Ask me anything
Ithy Logo
Sign in to save

Merancang Masa Depan Pertanian: Membedah RPS Ekologi Lanskap Pertanian Berbasis OBE 2024

Panduan Komprehensif untuk Rencana Pembelajaran Semester yang Berorientasi Hasil

rps-obe-ekologi-lanskap-pertanian-fk5vb7fd

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan peta jalan penting dalam proses pendidikan tinggi. Dengan mengadopsi kerangka Outcome-Based Education (OBE), RPS tidak hanya merinci materi ajar, tetapi fokus pada hasil belajar konkret yang harus dicapai mahasiswa. Mari kita telaah secara mendalam penyusunan RPS berbasis OBE untuk mata kuliah krusial, Ekologi Lanskap Pertanian, sesuai pedoman tahun 2024.

Sekilas tentang RPS Ekologi Lanskap Pertanian Berbasis OBE

  • Fokus pada Hasil: RPS OBE memastikan setiap elemen pembelajaran (materi, metode, penilaian) secara langsung mendukung pencapaian kompetensi spesifik (CPMK dan Sub-CPMK) yang berkontribusi pada profil lulusan (CPL).
  • Keterkaitan Erat: Mata kuliah ini dirancang untuk menjembatani prinsip-prinsip ekologi lanskap dengan praktik pertanian, menekankan analisis, evaluasi, dan perancangan solusi berkelanjutan.
  • Pendekatan Holistik: Mengintegrasikan teori, analisis spasial (termasuk SIG), studi kasus, dan potensi kerja lapangan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang interaksi kompleks dalam lanskap pertanian.

Memahami Konsep RPS Berbasis OBE

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang fundamental dalam kurikulum modern. Berbeda dari pendekatan tradisional yang berpusat pada konten, RPS OBE berorientasi pada hasil belajar (outcomes) yang jelas dan terukur yang diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa di akhir suatu mata kuliah.

Menurut berbagai pedoman, termasuk Pusat Pengelolaan Data Pendidikan Tinggi dan Pedoman RPS OBE 2024, esensi dari RPS OBE terletak pada keselarasan antara berbagai komponennya:

  • Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL): Kompetensi umum (pengetahuan, sikap, keterampilan) yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan program studi. CPL ini menjadi acuan utama.
  • Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK): Kompetensi spesifik yang diharapkan dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah tertentu. Setiap CPMK harus secara eksplisit mendukung pencapaian satu atau lebih CPL.
  • Sub-CPMK: Penjabaran lebih rinci dari CPMK, menunjukkan kemampuan spesifik yang dapat diukur pada setiap tahapan atau topik pembelajaran.
  • Metode Pembelajaran: Strategi dan aktivitas belajar (kuliah, diskusi, studi kasus, proyek, praktikum) yang dirancang untuk memfasilitasi pencapaian Sub-CPMK dan CPMK.
  • Metode Penilaian: Teknik dan instrumen evaluasi (tes, tugas, presentasi, laporan proyek, partisipasi) yang digunakan untuk mengukur sejauh mana mahasiswa telah mencapai Sub-CPMK dan CPMK. Penilaian harus autentik dan relevan dengan hasil belajar.
  • Materi Kajian: Topik-topik pembelajaran yang relevan untuk mencapai kemampuan yang dirumuskan dalam Sub-CPMK.

Dengan demikian, RPS OBE memastikan adanya benang merah yang kuat dari tingkat program studi (CPL) hingga ke aktivitas pembelajaran dan penilaian harian di dalam kelas, menjadikan proses pembelajaran lebih terarah, transparan, dan akuntabel.


Komponen Rinci RPS Ekologi Lanskap Pertanian (OBE 2024)

1. Identitas Mata Kuliah

Bagian ini memberikan informasi dasar mengenai mata kuliah:

  • Nama Mata Kuliah: Ekologi Lanskap Pertanian
  • Kode Mata Kuliah: AGT-XXX (Contoh, disesuaikan dengan kode program studi)
  • Program Studi: Agroteknologi / Pertanian / Kehutanan (atau yang relevan)
  • Semester: 5 atau 6 (Umumnya mata kuliah tingkat lanjut)
  • Jumlah SKS: 3 SKS (misalnya, 2 SKS Teori, 1 SKS Praktikum/Responsi)
  • Dosen Pengampu: [Nama & Gelar Dosen Pengampu]
  • Tahun Ajaran: 2024/2025

2. Keterkaitan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi

Mata kuliah Ekologi Lanskap Pertanian ini dirancang untuk mendukung pencapaian beberapa CPL Program Studi (contoh CPL yang relevan, perlu disesuaikan dengan CPL prodi masing-masing):

  • (CPL-1) Mampu menguasai dan menerapkan prinsip-prinsip dasar ekologi dan ilmu pertanian untuk mengelola agroekosistem secara berkelanjutan.
  • (CPL-2) Mampu menganalisis secara kritis permasalahan kompleks terkait interaksi antara aktivitas pertanian, struktur lanskap, fungsi ekologis, dan dampaknya terhadap lingkungan biofisik serta sosial-ekonomi.
  • (CPL-3) Mampu merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi solusi inovatif berbasis prinsip ekologi lanskap untuk meningkatkan keberlanjutan dan resiliensi sistem pertanian.
  • (CPL-4) Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk perangkat lunak analisis spasial (SIG), untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lanskap pertanian.
  • (CPL-5) Mampu berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tulisan, serta bekerja sama dalam tim multidisiplin untuk menyelesaikan masalah terkait ekologi lanskap pertanian.

Mata kuliah ini secara spesifik berkontribusi pada pemenuhan CPL tersebut dengan membekali mahasiswa pemahaman mendalam mengenai dinamika lanskap di wilayah pertanian.

3. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK

Berikut adalah empat CPMK yang dirancang untuk mata kuliah ini, beserta penjabarannya dalam Sub-CPMK, yang selaras dengan CPL di atas:

CPMK 1: Mahasiswa mampu menjelaskan konsep fundamental ekologi lanskap dan relevansinya dalam konteks pertanian berkelanjutan. (Mendukung CPL-1, CPL-2)

  • Sub-CPMK 1.1: Menjelaskan definisi, ruang lingkup, sejarah perkembangan, serta paradigma utama dalam ekologi lanskap.
  • Sub-CPMK 1.2: Mengidentifikasi dan menjelaskan komponen struktural lanskap (petak/patch, koridor, matriks) dan konfigurasinya dalam sistem pertanian yang beragam.
  • Sub-CPMK 1.3: Menganalisis hubungan kausalitas antara struktur lanskap (komposisi dan konfigurasi) dengan fungsi ekologis kunci (aliran energi, siklus nutrien, pergerakan organisme, regulasi iklim mikro) di lahan pertanian.

CPMK 2: Mahasiswa mampu menganalisis pola, proses, dan dinamika perubahan lanskap pertanian pada berbagai skala spasial dan temporal. (Mendukung CPL-2, CPL-4)

  • Sub-CPMK 2.1: Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong utama perubahan lanskap pertanian, baik yang bersifat alamiah (misalnya, suksesi, gangguan) maupun antropogenik (misalnya, intensifikasi, perubahan tata guna lahan, kebijakan).
  • Sub-CPMK 2.2: Menganalisis dampak fragmentasi habitat, perubahan konektivitas lanskap, dan tingkat heterogenitas spasial terhadap keanekaragaman hayati (spesies, genetik, ekosistem) dan penyediaan jasa ekosistem di wilayah pertanian.
  • Sub-CPMK 2.3: Menerapkan konsep skala (resolusi/grain, cakupan/extent, tingkatan hierarki) dalam menginterpretasi pola dan proses yang terjadi pada lanskap pertanian secara akurat.

CPMK 3: Mahasiswa mampu mengevaluasi permasalahan ekologis dalam lanskap pertanian dan merancang strategi pengelolaan yang adaptif dan berkelanjutan. (Mendukung CPL-1, CPL-3, CPL-5)

  • Sub-CPMK 3.1: Mengidentifikasi dan mengevaluasi isu-isu lingkungan prioritas yang sering muncul dalam lanskap pertanian (misalnya, degradasi tanah dan air, polusi non-titik dari input pertanian, kehilangan biodiversitas fungsional, konflik manusia-satwa liar).
  • Sub-CPMK 3.2: Menganalisis potensi trade-off dan sinergi antara tujuan produksi pangan/serat/energi dengan tujuan konservasi sumber daya alam dan kelestarian lingkungan pada skala lanskap.
  • Sub-CPMK 3.3: Merancang atau mengadaptasi pendekatan pengelolaan lanskap pertanian terpadu (misalnya, desain agroforestri, implementasi pertanian konservasi, restorasi habitat, jejaring ekologis/koridor) untuk meningkatkan multifungsionalitas, resiliensi, dan keberlanjutan jangka panjang.

CPMK 4: Mahasiswa mampu menerapkan metode dan alat analisis kuantitatif serta kualitatif untuk mengkaji ekologi lanskap pertanian secara ilmiah. (Mendukung CPL-2, CPL-4, CPL-5)

  • Sub-CPMK 4.1: Menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) dan teknik dasar penginderaan jauh (interpretasi citra) untuk akuisisi, pemrosesan, analisis spasial, dan visualisasi data lanskap pertanian.
  • Sub-CPMK 4.2: Memilih dan menerapkan metrik lanskap yang relevan (misalnya, indeks bentuk, ukuran petak rata-rata, indeks keragaman Shannon, indeks kedekatan) untuk kuantifikasi objektif struktur dan pola lanskap serta perubahannya.
  • Sub-CPMK 4.3: Merancang dan melaksanakan studi kasus atau proyek investigasi lapangan sederhana untuk mendiagnosis masalah ekologi lanskap pertanian spesifik, menganalisis data, dan mengkomunikasikan temuan secara efektif melalui laporan ilmiah dan presentasi.

4. Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas prinsip-prinsip dasar ekologi lanskap dan aplikasinya dalam memahami serta mengelola sistem pertanian. Fokus utama meliputi analisis struktur, fungsi, dan dinamika lanskap pertanian; evaluasi dampak praktik pertanian terhadap lingkungan pada skala lanskap; serta pengembangan strategi pengelolaan berkelanjutan yang mengintegrasikan tujuan produksi dan konservasi. Mahasiswa akan diperkenalkan pada metode analisis spasial menggunakan SIG dan metrik lanskap, serta dilatih untuk berpikir kritis dalam merancang solusi bagi permasalahan ekologi di lanskap pertanian.

5. Materi Pembelajaran / Pokok Bahasan

Materi akan mencakup, namun tidak terbatas pada:

  • Pengantar Ekologi Lanskap: Sejarah, Konsep, Paradigma
  • Struktur Lanskap: Komponen (Patch, Corridor, Matrix), Konfigurasi
  • Fungsi Lanskap: Aliran Energi, Siklus Nutrien, Pergerakan Spesies
  • Skala dalam Ekologi Lanskap: Grain, Extent, Hierarki
  • Dinamika dan Perubahan Lanskap: Faktor Pendorong, Model Perubahan
  • Fragmentasi Habitat dan Konektivitas dalam Lanskap Pertanian
  • Keanekaragaman Hayati pada Skala Lanskap
  • Jasa Ekosistem dalam Lanskap Pertanian
  • Metode Analisis Lanskap: Penginderaan Jauh dan SIG Dasar
  • Metrik Lanskap untuk Analisis Kuantitatif
  • Permasalahan Lingkungan dalam Lanskap Pertanian
  • Prinsip Pengelolaan Lanskap Pertanian Berkelanjutan
  • Studi Kasus: Agroforestri, Pertanian Konservasi, Koridor Ekologis
  • Perancangan dan Evaluasi Lanskap Pertanian Multifungsi

6. Metode Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran akan menggunakan metode campuran (blended learning) yang berpusat pada mahasiswa (Student-Centered Learning), meliputi:

  • Kuliah Interaktif: Penyampaian konsep dasar disertai diskusi dan tanya jawab.
  • Diskusi Kelompok Terstruktur (SGD): Menganalisis artikel ilmiah atau studi kasus.
  • Problem-Based Learning (PBL) / Case-Based Learning (CBL): Memecahkan masalah nyata terkait lanskap pertanian.
  • Project-Based Learning (PjBL): Merancang proyek analisis atau pengelolaan lanskap sederhana secara berkelompok.
  • Praktikum/Responsi: Latihan penggunaan software SIG, analisis metrik lanskap, atau observasi lapangan (jika memungkinkan).
  • Pembelajaran Mandiri: Membaca literatur, mengerjakan tugas individu.

Strategi ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif, pemikiran kritis, kolaborasi, dan penerapan konsep dalam konteks praktis.


Visualisasi Konsep dan Rencana Pembelajaran

Peta Konsep Ekologi Lanskap Pertanian

Untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai keterkaitan antar topik dalam mata kuliah ini, berikut adalah peta konsep yang mengilustrasikan domain utama Ekologi Lanskap Pertanian:

mindmap root["Ekologi Lanskap Pertanian"] ["Konsep Dasar"] ["Struktur (Patch, Koridor, Matriks)"] ["Fungsi (Aliran Energi/Materi, Pergerakan Spesies)"] ["Dinamika (Perubahan, Gangguan, Suksesi)"] ["Skala (Grain, Extent, Hierarki)"] ["Analisis Lanskap"] ["Penginderaan Jauh"] ["Sistem Informasi Geografis (SIG)"] ["Metrik Lanskap (Kuantifikasi Pola)"] ["Model Simulasi"] ["Studi Lapangan"] ["Permasalahan & Tantangan"] ["Fragmentasi Habitat"] ["Degradasi Lingkungan (Tanah, Air)"] ["Kehilangan Biodiversitas"] ["Perubahan Iklim"] ["Intensifikasi vs Ekstensifikasi"] ["Pengelolaan Berkelanjutan"] ["Prinsip Desain Lanskap Ekologis"] ["Agroforestri & Sistem Diversifikasi"] ["Pertanian Konservasi"] ["Restorasi Ekologi & Koridor"] ["Jasa Ekosistem"] ["Pendekatan Partisipatif"] ["Konteks Pertanian"] ["Pola Tanam & Rotasi"] ["Penggunaan Input (Pupuk, Pestisida)"] ["Teknologi Pertanian"] ["Sosial-Ekonomi Petani"]

Peta konsep ini menunjukkan bagaimana konsep dasar membentuk fondasi untuk analisis, identifikasi masalah, dan perancangan solusi pengelolaan berkelanjutan dalam konteks spesifik lanskap pertanian.

Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (Contoh Outline)

Tabel berikut menyajikan contoh struktur rencana kegiatan pembelajaran mingguan, yang mengaitkan topik, Sub-CPMK yang dituju, metode pembelajaran, dan indikator penilaian awal. Detail penugasan dan bobot penilaian akan dirinci dalam silabus.

Minggu Ke- Pokok Bahasan / Topik Sub-CPMK yang Dituju Metode Pembelajaran Estimasi Waktu (Menit) Indikator Penilaian Awal
1 Pendahuluan: Ruang Lingkup & Sejarah Ekologi Lanskap Pertanian 1.1 Kuliah Interaktif, Diskusi Awal 150 (T:100, P:50) Keaktifan diskusi, Kuis singkat
2 Struktur Lanskap: Patch, Koridor, Matriks di Lahan Pertanian 1.2 Kuliah Interaktif, Studi Kasus Identifikasi Struktur 150 (T:100, P:50) Analisis kasus struktur
3 Fungsi Lanskap: Aliran & Pergerakan dalam Konteks Pertanian 1.3 Kuliah Interaktif, Diskusi Kelompok (SGD) 150 (T:100, P:50) Presentasi kelompok SGD
4 Skala dalam Ekologi Lanskap 2.3 Kuliah Interaktif, Latihan Analisis Skala 150 (T:100, P:50) Tugas latihan skala
5 Dinamika & Perubahan Lanskap Pertanian: Faktor Pendorong 2.1 Kuliah Interaktif, Brainstorming Faktor Pendorong 150 (T:100, P:50) Partisipasi brainstorming
6 Fragmentasi Habitat & Konektivitas Lanskap 2.2 Kuliah Interaktif, Analisis Artikel Ilmiah 150 (T:100, P:50) Review artikel ilmiah
7 Pengantar Analisis Spasial: SIG & Penginderaan Jauh 4.1 Kuliah Interaktif, Demo Software SIG 150 (T:50, P:100) Kuis konsep SIG
8 Ujian Tengah Semester (UTS) - Mencakup Sub-CPMK 1.1-1.3, 2.1, 2.3
9 Praktikum SIG Dasar: Input & Visualisasi Data Lanskap 4.1 Praktikum Terbimbing 150 (P:150) Laporan Praktikum 1
10 Metrik Lanskap untuk Analisis Kuantitatif 4.2 Kuliah Interaktif, Latihan Perhitungan Metrik 150 (T:100, P:50) Tugas perhitungan metrik
11 Permasalahan Lingkungan di Lanskap Pertanian 3.1 Kuliah Interaktif, Studi Kasus Masalah Lingkungan 150 (T:100, P:50) Analisis studi kasus
12 Trade-off & Sinergi: Produksi vs Konservasi 3.2 Kuliah Interaktif, Debat Terstruktur 150 (T:100, P:50) Partisipasi debat
13 Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan: Prinsip & Pendekatan 3.3 Kuliah Interaktif, Presentasi Kelompok (PjBL Awal) 150 (T:100, P:50) Proposal Proyek Kelompok
14 Studi Kasus Pengelolaan: Agroforestri, Koridor Ekologis 3.3 Kuliah Interaktif, Diskusi Film/Dokumenter 150 (T:100, P:50) Refleksi film
15 Penyelesaian & Presentasi Proyek Kelompok (PjBL Akhir) 4.3, 3.3 Presentasi Kelompok, Diskusi Panel 150 (P:150) Presentasi & Laporan Proyek
16 Ujian Akhir Semester (UAS) - Mencakup Sub-CPMK 2.2, 3.1-3.3, 4.1-4.3 (Fokus Aplikasi & Analisis)
*T = Teori, P = Praktikum/Responsi/Kegiatan Terstruktur Lain. Detail metode dan tugas akan disesuaikan oleh dosen pengampu.

7. Strategi Penilaian (Assessment)

Penilaian dirancang untuk mengukur pencapaian setiap CPMK secara komprehensif dan seimbang, menggunakan berbagai metode:

  • Partisipasi Kelas & Diskusi (Bobot: 10%): Mengukur keaktifan, kemampuan bertanya, dan memberikan argumen (terkait semua CPMK secara umum).
  • Tugas Terstruktur (Individu/Kelompok) (Bobot: 30%): Mencakup review artikel, analisis kasus, latihan SIG/metrik, laporan praktikum (mengukur Sub-CPMK spesifik sesuai tugas, terutama 1.2, 1.3, 2.1, 2.3, 3.1, 4.1, 4.2).
  • Ujian Tengah Semester (UTS) (Bobot: 25%): Tes tertulis (esai, studi kasus singkat) fokus pada pemahaman konsep dasar dan analisis awal (CPMK 1, sebagian CPMK 2).
  • Proyek Kelompok (PjBL) (Bobot: 15%): Penilaian proposal, laporan akhir, dan presentasi proyek analisis/perancangan lanskap (mengukur kemampuan integrasi, aplikasi metode, perancangan solusi, dan komunikasi: CPMK 3, CPMK 4).
  • Ujian Akhir Semester (UAS) (Bobot: 20%): Tes tertulis/praktik (analisis data, perancangan skenario) fokus pada analisis lanjutan, evaluasi, dan solusi (CPMK 2, CPMK 3, CPMK 4).

Kriteria kelulusan mengacu pada peraturan akademik yang berlaku, dengan penekanan pada pencapaian minimum untuk setiap CPMK sebagai indikator penguasaan kompetensi.

Fokus Pengembangan Keterampilan Mahasiswa

Diagram radar berikut memvisualisasikan fokus pengembangan berbagai aspek keterampilan mahasiswa melalui kombinasi metode pembelajaran dan penilaian dalam mata kuliah ini. Nilai menunjukkan penekanan relatif (skala 1-5, bukan bobot absolut) dari setiap komponen penilaian utama terhadap pengembangan keterampilan tertentu.

Diagram ini menunjukkan bagaimana berbagai komponen penilaian berkontribusi secara berbeda terhadap pengembangan keterampilan. Misalnya, UTS sangat menekankan pemahaman konseptual, sementara Proyek Kelompok sangat kuat dalam mengembangkan kemampuan perancangan solusi dan kolaborasi.


Visualisasi Lanskap Pertanian

Memahami ekologi lanskap pertanian juga melibatkan kemampuan untuk mengenali dan menginterpretasi berbagai bentuk lanskap yang ada di dunia nyata. Gambar-gambar berikut menampilkan beberapa contoh lanskap pertanian dengan karakteristik ekologis yang berbeda:

Lanskap Sawah Terasering
Lanskap sawah terasering: Menunjukkan modifikasi lahan intensif untuk konservasi air dan tanah di lahan miring, menciptakan pola petak yang khas.
Lanskap Pertanian Monokultur Intensif
Lanskap pertanian monokultur intensif: Ditandai dengan homogenitas tinggi, input eksternal besar, dan potensi masalah ekologis seperti kehilangan biodiversitas dan degradasi tanah.
Lanskap Agroforestri
Lanskap agroforestri: Mengintegrasikan pohon dengan tanaman pertanian atau ternak, meningkatkan heterogenitas struktural, biodiversitas, dan penyediaan jasa ekosistem.
Pendekatan Lanskap Terpadu
Ilustrasi pendekatan lanskap terpadu: Menekankan pengelolaan kolaboratif berbagai penggunaan lahan dalam satu wilayah untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang.

Visualisasi ini membantu menghubungkan konsep teoritis ekologi lanskap dengan manifestasi fisiknya di lapangan, mempertajam kemampuan observasi dan analisis mahasiswa terhadap struktur, fungsi, dan potensi masalah atau solusi dalam berbagai tipe lanskap pertanian.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa perbedaan mendasar RPS biasa dengan RPS berbasis OBE?

RPS biasa seringkali fokus pada daftar topik yang akan diajarkan. Sementara RPS berbasis OBE (Outcome-Based Education) secara eksplisit mendefinisikan apa yang harus bisa dilakukan oleh mahasiswa (hasil belajar/outcomes) setelah menyelesaikan mata kuliah. RPS OBE menekankan keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan metode penilaian untuk memastikan hasil belajar tersebut tercapai dan terukur.

Mengapa Ekologi Lanskap penting dipelajari dalam konteks Pertanian?

Praktik pertanian tidak terjadi dalam isolasi, melainkan dalam konteks lanskap yang lebih luas. Ekologi lanskap memberikan kerangka kerja untuk memahami bagaimana struktur spasial (pola petak tanam, keberadaan hutan sisa, sungai, pemukiman) memengaruhi proses ekologis (pergerakan air, nutrisi, hama, polinator, organisme bermanfaat) yang vital bagi keberlanjutan pertanian. Memahami interaksi ini membantu dalam merancang sistem pertanian yang lebih produktif, efisien sumber daya, resilien terhadap perubahan iklim, dan ramah lingkungan dengan meminimalkan dampak negatif serta memaksimalkan jasa ekosistem.

Apa beda antara CPMK dan Sub-CPMK?

CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) adalah pernyataan umum tentang kompetensi kunci yang diharapkan dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah. Contoh: "Mahasiswa mampu menganalisis pola, proses, dan dinamika perubahan lanskap pertanian".

Sub-CPMK adalah penjabaran lebih rinci dan spesifik dari CPMK, biasanya terkait dengan topik atau tahapan pembelajaran tertentu, dan lebih mudah diukur. Contoh untuk CPMK di atas: "Sub-CPMK 2.1: Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong utama perubahan lanskap pertanian". Pencapaian serangkaian Sub-CPMK akan mengarah pada pencapaian CPMK induknya.

Bagaimana Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan dalam mata kuliah ini?

SIG adalah alat penting dalam ekologi lanskap. Dalam mata kuliah ini, SIG akan digunakan untuk (sesuai Sub-CPMK 4.1 dan 4.2):

  • Memvisualisasikan data spasial lanskap pertanian (misalnya, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta sebaran habitat).
  • Melakukan analisis spasial dasar (misalnya, overlay peta, analisis buffer/jarak).
  • Menghitung metrik lanskap (misalnya, ukuran petak rata-rata, tingkat fragmentasi, indeks konektivitas) untuk mengkuantifikasi struktur lanskap.
  • Mendukung analisis perubahan lanskap dari waktu ke waktu jika data tersedia.

Penggunaan SIG memungkinkan analisis yang lebih kuantitatif dan objektif terhadap pola dan proses spasial di lanskap pertanian.


Referensi

Berikut adalah beberapa sumber yang relevan dan dirujuk dalam penyusunan kerangka RPS ini:

Rekomendasi Penelusuran Lanjutan

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai topik-topik terkait, pertimbangkan untuk menelusuri:

repository.karyailmiah.trisakti.ac.id
[PDF] kurikulum operasional - REPOSITORY KARYA ILMIAH
jdih.setkab.go.id
Setkab
psp.pertanian.go.id
Beranda | PSP Pertanian
perpustakaan.kkp.go.id
Pengantar ekonomi pertanian
jdih.pertanian.go.id
Pertanian
biologi.fmipa.unand.ac.id
PDF
fiskal.kemenkeu.go.id
Kemenkeu

Last updated April 11, 2025

AI-assisted research. Sources, methodology and corrections · Source-checked guides and tools · Explore published answers

Ask Ithy AI